Blogger templates

Wildan Izzaty (1110032100003), Viviana (1110032100064), Redian (1110032100040) kami dari kelomppok 11 menjelaskan Perkawinan dan Kematian agama Konghucu. Perbandingan Agama-B. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dengan Dosen Pembimbing: Drs. H. Siti Nadroh, MA dalam mata kuliah TAOISME DAN KONFUSIANISME
WELCOME TO OUR BLOG-COMPARATIVE RELIGION

Selasa, 22 Mei 2012

Menjelaskan Riwayat hidup Konghucu dan Kitab Suci Agama Konghucu


Kong Hu Cu atau Konfusius, kadang-kadang sering hanya disebut (551 SM – 479 SM) adalah seorang guru atau orang bijak yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Kong Hu Cu, ia diakui sebagai nabi.
Pengaruh Kong Hu Cu terhadap peradaban Tiongkok tidak boleh dianggap enteng; ajarannya telah meluas ke Jepang, Korea dan Vietnam, khususnya melalui Konfusianisme, doktrin yang dikembangkan murid-muridnya dan para komentator. Kong Hu-Cu hidup di jaman dinasti Chou, masa menyuburnya kehidupan intelektual di Cina, sedangkan penguasa saat itu tidak menggubris sama sekali petuah-petuahnya. Baru sesudah dia wafatlah ajaran-ajarannya menyebar luas ke seluruh pojok Cina.
Khonghucu adalah putra bungsu Shu Liang He. Ia mempunyai 9 kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki yang cacat kaki bernama Meng-bi. Ibunya bernama Yan Zheng Zai. Ia lahir pada tanggal 27 Ba Yue (bulan 8) 551 Sebelum Masehi di negeri Lu, Kota Zou Yi, Desa Chang Ping di lembah Kong Song (kini jazirah Shandong kota Qu Fu). Nama kecilnya adalah Qiu yang berarti bukit alias Zong Ni artinya Putera kedua dari bukit Ni, beliau menikah dengan puteri Negeri Song yang bermarga Jian Guan. Dari pernikahan ini mendapat seorang putera yang diberi nama Li yang berarti ikan gurami alias Bo Yu. Diberi nama demikian karena pada kelahiran puteranya beliau telah diantari ikan gurami oleh Raja Muda Negeri Lu yang panggilannnya Lu Zhao Gong. Selain Li, Khonghucu masih mempunyai dua orang puteri yang seorang menjadi isteri Gong Ye Chang, murid beliau.
  1. Riwayat Hidup Konghucu
-        Masa kecil dan masa muda Konghucu
Konghucu lahir di kota Tsou, di negeri Lu. Leluhurnya adalah K’ung Fangshu (yang merupakan generasi kesembilan dari raja muda negeri Sung dan generasi keemapat sebelum Konghucu).  Fangshu adalah ayah Pohsia, dan beliau adalah ayak Siok-Liang Hut. Hut adalah Konghucu, istrinya berasal dari seorang wanita dari keluarga Yen. Murid-murid konghucu pada masa itu menyebutnya konghucu yang berarti “guru khong”. Sarjana-sarjana barat menyebutnya Kongfucius.
Pada umur tiga tahun, kecerdasan dan kebijaksanaan sudah keliatan dan bertukar pikiran dengan sang guru, pada umur empat tahun bermain dengan teman sebanyaknya dia selalu menjadi pemimpin dan meniru orang dewasa sembahyang. Dia pernah meminta alat sembahyang kepada ibunya dan meminta kepada teman-temannya untuk melakukan sembahyang. Pada umur tujuh tahun konghucu secara formal bersekolah di perguruan Yan Ping Tiong yan Ping Tiong adalah orang yang kemudian terkenal sebagai perdana Mentri Negeri Cee. Di sekolah, konghucu dan teman-temannya diajar cara menyiram, membersihkan lantai, Tanya jawab, budi praktek, music, naik kuda, memanah, bahasa dan berhitung. Pada usia 15 tahu ia ia menuntut ilmu di luar sekolah. Oleh karena itu , pada usianya 17 tahun ia terpaksa membantu ibunya bekerja.
Pada usia 19 tahun, konghucu menikah dengan seorang gadis dari keluarga Kian-Kwan dari negeri Song. Dari pernikahan tersebut, ia mendapatkan seorang anak laki-laki yang bernama Li atau Pik Gi . Li berarti Ikan Gurami, sedagkan Pik Gi adalah putra pertama yang bernama ikan. Pik Gi tidak secemerlang ayahnya. Pada usia 20 tahun, ia bekerja di keluarga bangsawan besar Kwi-sun. ia melakukan untuk membiayai kehidupan rumah tangganya. Disana konghucu diberi tugas sebagai kepala dinas pertanian.
Keberadaan konghucu pada kepala keluarga bangsawan besar Kwi-sun tidak hanya sebagai pemimpin dinas pertanian tapi juga diserahi tugas untuk memimpin dinas peternakan yang sudah cukup lama mempunyai masalah.

-        Karir sebagai guru
Nama konghucu makin harum dan para pelajar lambat laun makin berduyun dating untuk belajar dari seluruh wilayah Lu, dan juga dari berbagai wilayah di luar Lu. Sewaktu usia 34 tahun, maka para pelajar pada pengaruhnya itu sudah berjumlah lebih 3.000 orang. Sekitar 498 SM, konfusius memutuskan untuk meninggalkan rumahnya di Lu dan memulai perjalanan panjang di seluruh China Timur. Ia disertai oleh beberapa orang muridnya (pengikut). Mereka mengembara di seluruh negara timur Wei, Sung, dan Ch’en dan dalam beberapa kali kehidupan mereka terancam. Konfusius hamper dibunuh di Sung.

-        Keberhasilan Konghucu dalam memimpin
Konghucu menjadi teladan bagi semua orang, jujur, hidup sederhana, memberikan nasehat pada orang lain, dan selalu berada di jalan suci, tapi juga berhasil menegakkan program pemerintah, sehingga dalam waktu yang begitu cepat, ia dapat menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Berita keberhasilan konghucu dalam memimpin Tiongto tersebar kemana-mana, dan hal ini juga didengar oleh raja muda Lo Ting Kong. Tak lama kemudian tergeraklah hatinya untuk membuktikan kebenaran berita tersebut. Oleh karena itu, pada suatu hari ia menyempatkan diri untuk mengunjungi konghucu dan sekaligus membuktikan kebenaran tersebut, raja muda Lo Ying Kong barulah yakin, apa yang ia dengar itu benar-bear terjadi.
Konghucu adala seorang yang bermoral dan sangat menjujung tinggi niali-nilai moral. Jika ia melihat seseorang yang bertingkah laku tidak sesuai dengan kaedah-kaedah moral, maka ia tidak segan-segan untuk ikut memperbaikinya. Konghucu wafat pada 479 SM, ajarannya dilanjutkan dan dikembangkan oleh cucunya, Tzu-Szu serta tokoh-tokoh yang lain. Setelah beliau meninggal ajarannya masih dirasakan sampai sekarang, dan masih mempraktekkannya di seluruh dunia. Dalam ajarannya konghucu tidak pernah membahas tentang konsep Tuhan.

a)      Kitab suci agama Konghucu (Ngo King, Su Si dan Hau King)
Kitab suci itu sangat penting bagi umat yang beragama untuk menjadikan sebagai pedoman ajaran. Adapun ajaran yang terdapat beberapa kitab:
1)      NGO KING / WU JING / LIMA UNTAIAN / HIMPUNAN KITAB Adalah Kitab-Kitab Suci yang berasal dari para Nabi Purba dan Raja Suci, merupakan Kitab-Kitab Suci yang mendasari Agama Khonghucu. Ngo King ini dihimpun, diedit, dibakukan, disusun, dan terbukukan oleh Nabi Khongcu. Terdiri dari :
2)      SIE KING / SHI JING / KITAB SAJAK Disebut pula Pa King / Pa Jing / Kitab Kuncup Bunga Didalamnya kita dapati bagaimana iman terhadap Thian / Tuhan diagungkan. Terdiri dari 39.222 huruf. Dirintis oleh Ki Tan atau Ciu Kong Tan. Sajak-sajaknya adalah: Hong ( Nyanyian Rakyat ), Hut ( Cerita ), Pi ( Perumpamaan ), Hien ( Sindiran / Sanjungan ), Nge ( Pujian ), Siong ( Pemujaan / Puja ). Nabi Khongcu menghimpun 3000-an sajak, tetapi hanya 311 buah sajak saja yang diambil. Kini hanya tinggal 305 buah sanjak, karena 6 buah sajak ( no. 171, 172, 173, 174, 206, 209 ) telah hilang. Sajak yang tertua dari Dinasti Siang 1766-1122 SM, yang termuda dari jaman Raja Muda Ciu Ting Ong ( 605-586 SM).
3)      SU KING / Shu Jing / Kitab Hikayat. Merupakan kitab dokumentasi sejarah suci. Disebut juga Sio Si / Shang Shu / Kitab Mulia dan Cai King / Zai Jing / Kitab Tarikh / Buku Jaman dan Piet King / Bi Jing / Kitab Tembok. Disebut Kitab Tembok karena berhasil dilestarikan oleh karena adanya penemuan kitab ini di dalam dinding rumah keluarga Nabi Khongcu. Dan Khong An Kok adalah keturunan Nabi Khongcu yang pada waktu itu mendapat perintah dari Raja Han Bu Tee untuk mengkonsolidasikannya. Kitab ini disusun oleh Nabi Khongcu dari Jaman Tong Giau (2357 – 2255 SM ) sampai Raja Muda Chien Bok Kong pada jaman Raja Ciu Siang Ong ( 651 – 618 SM ). Ciu ( 1122-255 SM ).
4)      YA KING / Yi Jing / I Ching / Kitab Perubahan. Nama lainnya adalah Kitab Hie King / Yi Jing / Kitab Tanda-Tanda atau Simbol. Terdiri dari 24.707 huruf. Merupakan Kitab Super yang universal. Banyak hal tersembunyi dalam tanda-tanda dan simbolnya yang ajaib dan gaib. Dalam sejarahnya, Kitab ini paling utuh, bahkan Chien Sie Ong pun tidak mengganggu. Kitab ini tentang Tuhan, Bu Kik, Tay Kik, Im Yang, Pat Kwa yang dimulai dari Nabi Purba Hok Hie.
5)      LEE KING / Li Jing / Kitab Kesusilaan. Juga disebut dengan Tay King / Dai Jing / kumpulan orang Marga Tay. Terdiri dari 99.020 huruf. Sebenarnya oleh Nabi Khongcu dipilih menjadi 3 bagian, yaitu :
6)      CIU LEE / Zhou Li / Kitab Kesusilaan Dinasti Ciu. Merupakan susunan Nabi Ciu Kong Tan. Di dalamnya terdapat uraian tentang Liok Kwan / Liu Guan / Enam Departemen, yang merupakan Aturan Tata Negara Dinasti Ciu. Pada jaman Kerajaan Han, disebut juga sebagai Ciu Kwan / Zhou Guan yang sebelumnya dikenal sebagai Ciu Kwan Lee / Zhou Guan Lie.
7)      GI LEE / Yi Li / Kitab Kesusilaan dan Peribadahan. Merupakan Kitab Adat Istiadat, disusun oleh Ciu Kong Tan. Berisi tata agama dan tata laksana peribadahan Dinasti Ciu. Yaitu tentang pembaliqan, perkawinan, perkabungan & persembahan, upacara perjamuan, dan sebagainya. Kitab ini dipakai oleh Nabi Khongcu sebagai referensi acuan dalam Kesusilaan. Dinamai pula Lee Ko King / Li Gu Jing / Kitab Kesusilaan Kuno.
8)      LEE KI / Li Ji / Catatan Kesusilaan. Himpunan tulisan yang mengandung nilai moral dan agamis yang berdasarkan agama Ji. Sekaligus uraian dan tafsir atas 2 Kitab terdahulu. Mula-mula merupakan sisa-sisa himpunan yang berasal dari Nabi Khongcu dan murid-murid langsung, yang oleh Hoo Cong ( Dinasti Han ) dikumpulkan menjadi 214 Bab / Tulisan / Buku. Lalu, atas pemeriksaan Murid Hoo Cong bernama Tay Tik / Dai De, disingkirkan yang diragukan, yang tidak / bukan berasal dari Ajaran Nabi Khongcu, sehingga tinggal 85 Bab. Disebut dengan Tay Tik Thie / Dai De Ti atau Tai Tay Lee / Da Dai Li. Oleh keponakan Tay Tik-yakni: Tay Sing / Dai Sheng-diseleksi lebih lanjut, sehingga tinggal 46 Bab. Disebut dengan Sia Tay Lee / Xiao Dai Li. Dan Tokoh-Tokoh Khonghucu Dinasti Han menambah 3 Bab, yaitu Bing Tong / Ruang Gemilang ( no.14 ), Gwat Ling / Pedoman yang menyangkut Almanak ( no.6 ) dan Gak Kie / Catatan Musik ( no.19 ), sehingga jumlahnya ini menjadi 49 Bab. Kitab Thai Hak dan Tiong Yong, juga terdapat dalam Lee Ki Bab 42 dan 31.
9)      CHUN CHIU KING / Chun Qiu Jing / Kitab Chun Ciu. Disebut juga dengan nama LIEN KING / Lin Jing / Kitab Kilin, karena Nabi Khongcu mengakhiri tulisan dengan peristiwa terbunuhnya Sang Kilin. Terdiri dari 18.000 huruf. Ditulis murni dan langsung oleh Nabi Khongcu.
10)  KITAB THAI HAK / Da Xue / Kitab Ajaran Besar. Ditulis oleh Cingcu / Zheng Zi atau Cham / Can alias Cu I / Zi Xing, murid Nabi Khongcu dari angkatan muda. Terdiri dari 1 Bab utama 10 Bab uraian, 1753 huruf + 134 / V. Merupakan Kitab Tuntunan Pembinaan Diri. Dan yang tersurat pada Bab Utama adalah ayat langsung dari Nabi Khongcu sendiri.
11)  KITAB TIONG YONG / Zhong Yong / Kitab Tengah Sempurna. Ditulis oleh Cu Su / Zi Si alias Khong Khiep, cucu Nabi Khongcu. Terdiri dari satu Bab utama 32 Bab uraian, 3.568 huruf. Merupakan Kitab Keimanan bagi Umat Ji. Dan yang tersurat pada Bab Utama adalah ayat langsung dari Nabi Khongcu sendiri.
12)  KITAB LUN GI / Lun Yu / Kitab Sabda Suci. Merupakan kumpulan tulisan percakapan dan diskusi, terutama antara Cingcu dengan Yucu. Terdiri dari A dan B, masing-masing 10 Bab, sama dengan 20 Bab, 15.917 huruf. Seluruh aspek tentang Nabi Khongcu dan Ajarannya, selaku Bok Tok / Genta Rohani kita dapati dalam Kitab ini.
13)  KITAB BINGCU / Meng Zi / Kitab Bingcu. Sebagian ditulis Bingcu sendiri, sebagian merupakan catatan Ban Ciang / Wan Zhang dan Khongsun Thio / Gong Sunchou, murid-muridnya. Terdiri dari 7 Bab, masing-masing A dan B, 35.377 huruf. Adalah kumpulan tulisan yang mencatat percakapan Bingcu dangan para raja-raja jaman itu, tokoh-tokoh berbagai aliran dan murid-muridnya. Merupakan penegasan Bingcu dalam menegakkan Kemurnian Ajaran Agama Khonghucu.
  1. SU SI / Shi Su / Empat Buku. Adalah Kitab Suci yang langsung bersumber pada Nabi Khongcu hingga Bingcu. Merupakan Kitab Suci yang pokok dalam Ji Kau. Kitab Suci ini terhimpun dan terbukukan dari Nabi Khongcu oleh para penerusnya. Terdiri dari :
  2. HAUW KING/ Xion Jing/ Kitab Bakti
Ditulis oleh Cingcu, murid Nabi Kongchu yang terdiri dari 18 bab, berisi percakapan Nabi kongcu dengan Cingcu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar